Setelah kurang lebih lima bulan hanya saling menyapa dan berbagi cerita melalui WhatsApp, akhirnya kami memberanikan diri untuk merencanakan pertemuan pertama. Kami memilih mal sebagai tempat bertemu karena suasananya ramai dan tidak terlalu canggung untuk pertemuan perdana. Ada hal yang membuat hari itu begitu berkesan. Ternyata, ia belum pernah memiliki pengalaman menonton di bioskop. Melihat raut wajahnya yang penasaran sekaligus gugup saat kami mengantre tiket film Saranjana, saya jadi ikut tersenyum. Sepanjang film horor itu, kami sama-sama menahan takut sambil sesekali tertawa karena salah tingkah. Sejak hari itu, kami yakin bahwa pertemuan yang sederhana ini adalah awal dari cerita yang lebih besar.