Kami tidak bertemu melalui rencana besar. Hanya sebuah pertemuan sederhana di tempat kerja, yang tanpa diduga menghadirkan rezeki lain di sisi yang berbeda. Dari percakapan-percakapan kecil, tumbuh rasa nyaman yang diam-diam bersemi di hati. Hari demi hari, kami belajar saling mengenal. Bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang perbedaan, luka, dan doa-doa yang kami panjatkan. Sebab cinta bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang saling menerima dan bertahan dalam setiap keadaan. Dengan keyakinan yang kian menguat, serta restu dari keluarga, kini dengan niat yang sejalan dan doa yang mengiringi, kami memilih untuk menyempurnakan perjalanan ini dalam ikatan suci pernikahan. Sebuah awal baru untuk berbagi hidup, bertumbuh, dan menua bersama.