Cerita dimulai dari musim hujan tahun 2018, saat kami masih sekolah. Arifin mengantarkan Nabila pulang ke Sidoarjo, membelah derasnya hujan dengan tawa hangat dan jas hujan plastik yang sederhana. Di sepanjang jalan basah itu, tumbuh rasa aman dan kebersamaan yang tak pernah kami sadari akan bertahan sejauh ini. Hingga kini, kami masih bersama, telah ratusan kali melintasi jalan dan musim hujan yang sama, dan akan terus melanjutkan perjalanan ini berdua, selamanya.