Tidak ada yang benar-benar kebetulan di dunia ini. Allah mempertemukan kami di tempat yang sama, dalam langkah yang sama, saat sedang belajar di sebuah pondok pesantren. Pertemuan itu begitu sederhana, bahkan tanpa sapaan dan tanpa saling mengenal. Kala itu, kami berpapasan tanpa sengaja. Aku bahkan tidak menyadari kehadirannya, namun ternyata sejak saat itu ia mulai memperhatikanku. Dengan keyakinan yang datang dari hati, ia memberanikan diri menyatakan niat baiknya. Bukan untuk sekadar mengenal, tetapi langsung datang membawa keseriusan untuk melamar. Perjalanan ini mengajarkan kami bahwa cinta terbaik bukan tentang seberapa lama mengenal, melainkan tentang keberanian menjaga niat baik dan kesungguhan menuju ridha Allah. Dan kini, dengan penuh rasa syukur, kami melangkah menuju ibadah terpanjang dalam ikatan suci pernikahan.