Tidak ada yang benar-benar kebetulan dalam sebuah pertemuan. Kami dipertemukan di waktu yang tidak mudah, saat hati sama-sama sedang belajar kuat menghadapi kehilangan dan ujian hidup. Kala itu, sang perempuan harus merelakan ayah tercinta pergi untuk selamanya. Di saat yang hampir bersamaan, sang pria sedang berjuang menghadapi kabar tentang operasi akibat cedera yang dialaminya. Dari dua hati yang sama-sama rapuh, tumbuh sebuah percakapan sederhana yang perlahan menjadi tempat pulang. Kami saling mengenal, saling mendengar, dan saling menguatkan hingga akhirnya percaya bahwa Tuhan mempertemukan kami bukan tanpa alasan.