Perjalanan menuju pernikahan kami pun datang dengan cara yang tidak pernah kami bayangkan. Lamaran terjadi begitu mendadak, dirancang oleh keluarga, dan di hari itu juga, tanggal pernikahan langsung ditentukan, tidak genap dua bulan menuju hari akad. Panik tentu saja menjadi teman kami saat itu. Vendor satu per satu ternyata sudah penuh, persiapan harus dilakukan serba cepat, termasuk mengurus berbagai berkas ke KUA yang semuanya terasa begitu mendadak. Namun di tengah segala kekhawatiran itu, Allah selalu membuka jalan. Satu per satu kebutuhan kami dipermudah, hingga akhirnya semua terasa cukup pada waktunya. Sebuah perjalanan yang mungkin terlihat terburu-buru, namun penuh doa, keyakinan, dan campur tangan Allah di setiap langkahnya. Hingga akhirnya, kami memulai kisah baru sebagai suami dan istri. Kami percaya, bukan tentang seberapa lama menunggu, bukan tentang seberapa lama mencari, dan bukan tentang seberapa lama mengenal, tetapi tentang bagaimana Allah mempertemukan dua hati dengan cara terbaik-Nya. Semoga Allah senantiasa memberkahi rumah tangga kami, menjadikannya sakinah, mawaddah, warahmah, dipenuhi cinta, kesabaran, kelembutan dan keberkahan hingga akhir hayat. Aamiin.