Tanggal 13 Agustus 2025 menjadi awal pertemuan kami di warung makan tenda biru milik orang tua Ana, yang kebetulan saat itu Mas Fadhil mampir untuk membeli makanan seusai pulang kerja. Seiring berjalannya waktu, kami saling mengenal dan mengobrol singkat setiap mas Fadhil mampir membeli makanan di warung Ana. Sekedar tegur sapa dan mengobrol santai, ternyata ada percikan cinta di hati kami. Mas Fadhil memutuskan datang langsung ke rumah Ana dan berbicara kepada abah dan ibu untuk menyampaikan niat baiknya yaitu melamar putri pertamanya.