Dua tahun berselang dari hari lamaran, kami menggunakan waktu tersebut untuk mematangkan diri. Masa ini bukanlah sekadar penantian, melainkan persiapan mental dan spiritual untuk membangun rumah tangga yang kokoh. Dan kini, tepat di tahun ketujuh perjalanan kami, penantian itu bermuara pada hari bahagia kami di pelaminan.