Our Love
Story
-
Tahun 2024 menjadi awal cerita yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Semua bermula begitu sederhana—hanya saling tahu nama, tanpa pernah berpikiran bahwa suatu hari nanti kita akan berjalan sejauh ini bersama.
-
Saat pertama mengenal, tidak ada hal istimewa yang langsung membuat hati berdebar. Kita hanya dua orang asing yang dipertemukan oleh keadaan, saling menyapa seperlunya, lalu menjalani hidup masing-masing. Bahkan waktu itu, tidak pernah membayangkan bahwa yang dulu hanya sekadar nama, perlahan akan menjadi seseorang yang begitu berarti dalam hidup.
-
Hari demi hari berlalu, komunikasi di antara kita mulai terjalin. Dari obrolan ringan yang sederhana, kita mulai mengenal sosok satu sama lain sedikit demi sedikit. Tentang caranya menghargai orang lain, tentang kesungguhannya dalam berbicara, dan tentang bagaimana ia selalu hadir dengan ketulusan yang tenang.
-
Hingga tepat pada saat itu, ada satu percakapan yang mengubah segalanya.
-
Dengan penuh keseriusan dan keberanian, dia menyampaikan maksud dan tujuannya. mengatakan bahwa kehadirannya bukan sekadar untuk singgah, tetapi ingin membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius—menuju pernikahan dan menyempurnakan ibadah bersama.
-
Jujur, saat itu hati dipenuhi keraguan. Bukan karena tidak menghargai niat baiknya, tetapi karena merasa kita belum benar-benar mengenal satu sama lain sedalam itu. takut mengambil keputusan hanya karena perasaan sesaat. Aku ingin hubungan ini dimulai dengan keyakinan, bukan sekadar harapan.
-
Di tengah kebimbangan itu, aku memilih meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam setiap doa, aku meminta agar diberi hati yang yakin bila dia memang orang yang tepat, dan diberi keikhlasan bila ternyata bukan.
-
Dan ternyata, Tuhan menjawab doaku dengan cara yang begitu indah.
-
Tanpa banyak janji manis, dia membuktikan keseriusannya lewat tindakan. Dengan penuh keberanian, dia datang menemui kedua orang tuaku. Di hadapan mereka, dia menyampaikan maksud dan tujuannya secara langsung—bahwa dia ingin menjalin hubungan yang serius dan berniat menjadikanku pendamping hidupnya.
-
Saat itu, untuk pertama kalinya hatiku benar-benar merasa tenang.
-
Karena di zaman ketika banyak orang mudah datang dan pergi, dia memilih melangkah dengan pasti. Dia tidak hanya hadir membawa kata-kata, tetapi juga keberanian, tanggung jawab, dan niat baik untuk memuliakan hubungan ini dalam ikatan pernikahan.
-
Dari situlah keyakinan mulai tumbuh. Aku percaya, mungkin inilah jawaban dari doa-doa yang selama ini kupanjatkan. Bahwa cinta yang baik bukan hanya tentang rasa nyaman atau kata “sayang”, tetapi tentang seseorang yang datang dengan kesungguhan, menjaga niatnya, dan berani melibatkan Tuhan dalam setiap langkahnya.
-
Kini aku mengerti, perjalanan cinta memang tidak selalu dimulai dengan perasaan yang besar. Kadang, cinta tumbuh perlahan dari keyakinan, ketulusan, dan keseriusan yang diperjuangkan bersama.
-
Dan siapa sangka, lelaki yang dulu hanya di kenal sebatas nama di tahun 2024, kini menjadi seseorang yang ingin berjalan bersama menuju ibadah terpanjang seumur hidup.