Pada pertengahan tahun 2023, kami bertemu secara tidak sengaja di sebuah acara yang dihadiri oleh teman kami berdua. Dari situlah awal mula perjumpaan kami. Pada saat itu, kami belum saling mengenal satu sama lain, namun akhirnya kami berkenalan dan saling bertukar nomor telepon. Singkat cerita, acara pun telah usai. Aku pun berpamitan untuk pulang lebih dahulu kepada mereka. Tanpa aku sadari, charger telepon genggamku tertinggal di tempat acara tersebut. Aku pun meminta tolong kepada temanku untuk mengantarkan charger yang tertinggal itu. Namun, pada waktu itu temanku tidak bisa mengantarkannya karena di rumahnya tidak ada kendaraan yang bisa dipakai, dan dia pun merasa segan untuk meminjam motor yang ada. Pada akhirnya, temanku meminta tolong kepada Mas Ian, yang kini menjadi calon suamiku, untuk mengantarkan charger tersebut ke rumahku. Aku pun menunggunya di pinggir jalan tepat di depan rumah. Setelah kejadian itu, kami pun berteman baik namun tidak pernah lagi berkomunikasi, dan kami juga tidak pernah bertemu lagi semenjak acara tersebut berlangsung. Hingga pada tahun 2024, tepatnya di bulan Agustus, Mas Ian menghubungiku kembali dan menanyakan kabar melalui panggilan video secara singkat. Setelah itu, kami pun tidak pernah berkomunikasi lagi.