Setelah resmi jadian, ternyata kisah kami nggak seindah yang dibayangkan. Lika-liku datang silih berganti. Ada hari di mana kami berantem hanya karena hal sepele, ada air mata karena restu keluarga yang belum utuh. Ujian datang bertubi-tubi sampai kami sempat bertanya, “Kuat nggak ya kita sampai akhir?” Tapi Tuhan selalu punya cara. Di tengah badai, kami belajar saling menguatkan. Yang satu jatuh, yang satu lagi jadi penopang. Yang satu lelah, yang satu lagi jadi pengingat. Pelan-pelan kami bangkit. Dari yang awalnya sering bertengkar, kami belajar dewasa. Dari yang sempat ditentang, keluarga mulai membuka hati. Dari yang kehilangan pekerjaan, pintu rezeki baru pun terbuka.